Wednesday, 21 October 2015

~JAUHILAH STRESS~



ASSALAMUALAIKUM SEMUA




ASSALAMUALAIKUM SEMUA


SEPERTI KITA TAHU STRESS NI SATU MASALAH YANG BIASA BAGI INSAN YANG BERGELAR MAHASISWA DAN MAHASISWI..OLEH ITU JOM KITA KENALI STRESS DENGAN LEBIH MENDALAM LAGI



Dr. Hans Selye, pengasas kepada teori stress atau tekanan perasaan telah mendefinisikannya sebagai “suatu reaksi yang tidak spesifik oleh diri seseorang disebabkan oleh sesuatu bebanan yang menimpanya.” (Dr. David B. Posen (Lifestyle Counselor and Psychotherapist) ; Stress) ‘Bebanan’ ini boleh wujud di dalam bentuk ancaman, cabaran ataupun apa-apa perubahan di dalam hidup seseorang yang memerlukan pengubahsuaian yang selari dengannya. Ada tekanan perasaan yang baik lagi positif dan ianya dinamakan sebagai “eustress” dan ada pula yang buruk lagi negatif dan ia dinamakan sebagai “distress.” Tekanan yang positif amat kita perlukan di dalam hidup kita untuk menjadikan kita lebih berhati-hati, terangsang, kreatif dan lebih memberikan tumpuan dan perhatian kepada apa yang sedang kita lakukan. Sebenarnya banyak penemuan dan ciptaan oleh saintis-saintis telah berlaku di saat mereka tertekan dengan masalah-masalah tertentu. Contohnya, ketika Alexander Graham Bell sedang berusaha untuk membantu tunangnya, Mable Hubbard, yang telah hilang pendengarannya, beliau telah berjaya mencipta telefon yang telah meledakkan sistem telekomunikasi pada hari ini. (Stephen C. Phillips, The Ten Laws Of Success)


APAKAH YANG BERLAKU JIKA SESEORANG ITU STRESS??????



Ketika stress, badan kita akan mengeluarkan satu hormon rangsangan yang bernama ‘adrenaline’ kedalam saluran darah kita. Hormon ini bersama-sama dengan beberapa hormon yang lain akan menyebabkan beberapa perubahan berlaku di dalam tubuh kita sebagai persiapan untuk melindungi kita. Di antara perubahan-perubahan itu ialah denyutan jantung bertambah laju dan tekanan darah akan meningkat (untuk mengepam lebihan darah kepada otak, otot dan jantung); gula, lemak dan kolesterol di dalam darah akan bertambah (untuk memberi lebihan tenaga kepada badan); pernafasan seseorang akan lebih laju (untuk menyalurkan lebihan oksigen yang diperlukan) dan begitulah seterusnya. Perubahan-perubahan ini berlaku secara tabii selari dengan keperluan tubuh kita ketika itu. Walaubagaimanapun, jika stress atau tekanan berpanjangan di dalam hidup kita dan kita pula tidak bijak untuk mengurusnya, ia akan bertukar menjadi ‘distress’ yang boleh menyebabkan penyakit-penyakit tertentu menimpa kita.











OLEH ITU, PADA PANDANGAN ANDA BAGAIMANA KEADAAN KESIHATAN MENTAL DAN KANAK KANAK PRASEKOLAH DAN SEKOLAH RENDAH  DI MALAYSIA. ADAKAH MEREKA MENGHADAPI STRESS YANG TINGGI ?




KOMEN ANDA DIALU ALUKAN

9 comments:

  1. assalamualaikum.. hye qelah :*
    baiklah, saya ingin berkongsi sedikit pendapat saya berkenaan kesihatan mental kanak-kanak prasekolah di Malaysia, sama ada mereka stress ataupun tidak. Bagi saya, peratusan kanak-kanak prasekolah di Malaysia yang mengalami tekanan teramatlah sedikit. Masalah ini berlaku kepada kanak-kanak tersebut mungkin kerana pembawakan masalah atau keadaan yang negatif dari rumah mereka sendiri. Walaupun mereka sukar untuk memahami situasi konflik keluarga, tetapi emosi ibu bapa sudah cukup memberikan impak negatif yang sangat besar kepada mereka untuk terus tidak ada semangat untuk belajar. Seterusnya, saya sangat yakin bahawa majoriti kanak-kanak pra sekolah di Malaysia tidak mengalami sebarang tekanan kerana kita haru tahu bahawa dunia kanak-kanak adalah BERMAIN. Oleh itu, kebanyakan inilah yang tidak pernah memikirkan apa-apa masalah sebaliknya mereka lebih cenderung dengan apa yang mereka suka dan gemar lakukan.
    Ini sekadar pandangan saya mengenai emosi majoriti kanak-kanak di sekeliling saya. teima kasih..xoxo D

    ReplyDelete



  2. Wasalam saudari amira, terima kasih atas kesudian anda untuk memberi komen yang begitu bernas sekali, saya bersetuju dengan pendapat anda, bagi saya kanak-kanak prasekolah kurang mengalami stress kerana sistem pembelajaran prasekolah di Malaysia begitu sitematik dan suasanna pembelajaran yang kondusif. Selain itu, pada pandangan saya juga kanak-kanak sukar untuk memahami situasi konflik keluarga, tetapi emosi ibu bapa sudah cukup memberikan impak negatif yang sangat besar kepada mereka untuk terus tidak ada semangat untuk belajar. Seterusnya sukar untuk memahami situasi konflik keluarga, tetapi emosi ibu bapa sudah cukup memberikan impak negatif yang sangat besar kepada mereka untuk terus tidak ada semangat untuk belajar. Seterusnya sukar untuk memahami situasi konflik keluarga, tetapi emosi ibu bapa sudah cukup memberikan impak negatif yang sangat besar kepada mereka untuk terus tidak ada semangat untuk belajar. Oleh itu , kanak-kanak tidak mengalami stress ketika mereka di alam prasekolah.sekian terima kasih.

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum kepada saudari Qelah. Disini saya ingin berkongsi sedikit pendapat saya mengenai blog anda. Pada pendapat saya Dr. Hans Selye, pengasas kepada teori stress atau tekanan perasaan telah mendefinisikannya sebagai “suatu reaksi yang tidak spesifik oleh diri seseorang disebabkan oleh sesuatu bebanan yang menimpanya.” (Dr. David B. Posen (Lifestyle Counselor and Psychotherapist) ; Stress) ‘Bebanan’ ini boleh wujud di dalam bentuk ancaman, cabaran ataupun apa-apa perubahan di dalam hidup seseorang yang memerlukan pengubahsuaian yang selari dengannya. Ada tekanan perasaan yang baik lagi positif dan ianya dinamakan sebagai “eustress” dan ada pula yang buruk lagi negatif dan ia dinamakan sebagai “distress.” Tekanan yang positif amat kita perlukan di dalam hidup kita untuk menjadikan kita lebih berhati-hati, terangsang, kreatif dan lebih memberikan tumpuan dan perhatian kepada apa yang sedang kita lakukan. Sebenarnya banyak penemuan dan ciptaan oleh saintis-saintis telah berlaku di saat mereka tertekan dengan masalah-masalah tertentu. Contohnya, ketika Alexander Graham Bell sedang berusaha untuk membantu tunangnya, Mable Hubbard, yang telah hilang pendengarannya, beliau telah berjaya mencipta telefon yang telah meledakkan sistem telekomunikasi pada hari ini. (Stephen C. Phillips, The Ten Laws Of Success). Itu sahaja. Terima kasih

    ReplyDelete
  4. Stress adalah perasaan tertekan di karenakan gelombang otak yang naik turun terlalu cepat dalam kisaran beta atau lebih tinggi. Perasaan tertekan ini membuat orang mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Lingkungan bisa menjadi sumber stress bagi seseorang, tuntutan mencapai keinginan atau target tertentu dan konflik-konflik yang lainnya bisa menimbulkan stress.
    Meningkatnya tuntutan dan kebutuhan hidup akan sesuatu yang lebih baik, tentunya menyebabkan Anda untuk memenuhi kebutuhan yang Anda inginkan. Tapi pada kenyataannya sesuatu yang Anda inginkan tersebut kadangkala tidak dapat tercapai sehingga dapat menyebabkan Anda merasa bingung, khawatir, cemas, takut dan itu semua karena gelombang otak Anda terlalu tinggi dan itu bisa mengakibatkan stres.
    Stres yang terjadi pada setiap individu berbeda-beda, tergantung pada masalah yang dihadapi dan kemampuan menyelesaikan masalah tersebut. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik maka individu tersebut tidak akan merasa tertekan, justru bisa memiliki motivasi atau semangat yang lebih baik, sedangkan jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik dapat menyebabkan individu tersebut mudah marah-marah, frustasi, depresi hingga stres.
    Banyak teori dari berbagai sudut pandang mengenai stress. Dokter mengatakan stress adalah adanya sel-sel syaraf otak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Psikolog mengatakan stress adalah awal dari berbagai gangguan mental. Kemudian saya mengatakan, stress terjadi karena otak kita memproduksi Gelombang Otak (Brainwave) yang terlalu tinggi, frekwensi high beta atau kadang sedikit lebih tinggi di atas beta. Selama otak kita dalam gelombang itu, jangan pernah berharap bisa santai, apalagi bisa mendapatkan solusi atau ide cemerlang untuk menyelesaikan persoalan. Karena kita tahu, kreativitas ada pada tataran gelombang alpha dan theta.

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum saudari Aqeelah. Saya ingin memberi pekongsian berdasarkan pandangan saya mengenai masalah stress yang dihadapi oleh segelintir individu. Stress ini sememangnya suatu perkara yang akan dialami oleh setiap orang dalam hidup mereka. Gejala stres berlaku apabila ia tidak dapat ditangani oleh kanak-kanak dan remaja. Kesannya juga berbeza dari segi simptom dan tahap yang dialami oleh seseorang. Kanak-kanak dan remaja akan menunjukkan perubahan tingkah laku dan bertindak melakukan perkara-perkara yang di luar batasan usia mereka. Kanak-kanak berumur 2-6 tahun, mereka akan menunjukkan kemerosotan tingkah laku seperti menghisap ibu jari, menangis dan merengek kerana merasa takut tanpa kehadiran ibu-bapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Stress adalah perasaan tertekan di karenakan gelombang otak yang naik turun terlalu cepat dalam kisaran beta atau lebih tinggi. Perasaan tertekan ini membuat orang mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Lingkungan bisa menjadi sumber stress bagi seseorang, tuntutan mencapai keinginan atau target tertentu dan konflik-konflik yang lainnya bisa menimbulkan stress.
      Meningkatnya tuntutan dan kebutuhan hidup akan sesuatu yang lebih baik, tentunya menyebabkan Anda untuk memenuhi kebutuhan yang Anda inginkan. Tapi pada kenyataannya sesuatu yang Anda inginkan tersebut kadangkala tidak dapat tercapai sehingga dapat menyebabkan Anda merasa bingung, khawatir, cemas, takut dan itu semua karena gelombang otak Anda terlalu tinggi dan itu bisa mengakibatkan stres.
      Stres yang terjadi pada setiap individu berbeda-beda, tergantung pada masalah yang dihadapi dan kemampuan menyelesaikan masalah tersebut. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik maka individu tersebut tidak akan merasa tertekan, justru bisa memiliki motivasi atau semangat yang lebih baik, sedangkan jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik dapat menyebabkan individu tersebut mudah marah-marah, frustasi, depresi hingga stres.
      Banyak teori dari berbagai sudut pandang mengenai stress. Dokter mengatakan stress adalah adanya sel-sel syaraf otak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Psikolog mengatakan stress adalah awal dari berbagai gangguan mental. Kemudian saya mengatakan, stress terjadi karena otak kita memproduksi Gelombang Otak (Brainwave) yang terlalu tinggi, frekwensi high beta atau kadang sedikit lebih tinggi di atas beta. Selama otak kita dalam gelombang itu, jangan pernah berharap bisa santai, apalagi bisa mendapatkan solusi atau ide cemerlang untuk menyelesaikan persoalan. Karena kita tahu, kreativitas ada pada tataran gelombang alpha dan theta.

      Delete
  6. salam sejahtera, bertemu lagi.
    Saya tertarik dengan pernyataan ringkas anda.
    Izinkan saya mengongsikan sekali lagi pendapat saya.

    Emosi, ya sememangnya sangat sukar diduga kerana ia boleh berubah bila-bila masa sahaja. Berdasarkan pengalaman bekerja saya, kecerdasan emosi dan sosial memang penting terutamanya ketika bekerja. Begitu banyak dugaan ketika berada dalam dunia pekerjaan. Kecerdasan emosi dan sosial tidak boleh dipisahkan kerana ia melengkapi antara satu dengan yang lain. Emosi mampu dikawal jika sikap bersosial kita diaplikasikan secara profesional. Mana-mana pekerjaan juga banyak cabaran. Cara kita bersosial di tempat kerja haruslah seimbang, jika kita berhadapan dengan pelanggan, berinteraksilah dengan baik jangan biarkan pelanggan tidak mendapat layanan yang sepatutnya, kerana ia akan mempengaruhi prestasi kerja kita. Tambahan lagi, dalam dunia pekerjaan ini, cerdas emosi,sosial dan intelek sangat penting. 3 elemen ini penting kerana kecerdasan intelek melengkapi kecerdasan emosi dan sosial. Jika tidak seimbang, kita akan mengalami stress, tiada tumpuan terhadap kerja dan merosakkan abiliti kerja kita. Kualiti kerja akan menurun.
    Saya berpendapat bahawa ketiga-tiga elemen ini harus ada pada diri kita ketika bekerja.

    Sekian

    ReplyDelete
  7. salam sejahtera, bertemu lagi.
    Saya tertarik dengan pernyataan ringkas anda.
    Izinkan saya mengongsikan sekali lagi pendapat saya.

    Emosi, ya sememangnya sangat sukar diduga kerana ia boleh berubah bila-bila masa sahaja. Berdasarkan pengalaman bekerja saya, kecerdasan emosi dan sosial memang penting terutamanya ketika bekerja. Begitu banyak dugaan ketika berada dalam dunia pekerjaan. Kecerdasan emosi dan sosial tidak boleh dipisahkan kerana ia melengkapi antara satu dengan yang lain. Emosi mampu dikawal jika sikap bersosial kita diaplikasikan secara profesional. Mana-mana pekerjaan juga banyak cabaran. Cara kita bersosial di tempat kerja haruslah seimbang, jika kita berhadapan dengan pelanggan, berinteraksilah dengan baik jangan biarkan pelanggan tidak mendapat layanan yang sepatutnya, kerana ia akan mempengaruhi prestasi kerja kita. Tambahan lagi, dalam dunia pekerjaan ini, cerdas emosi,sosial dan intelek sangat penting. 3 elemen ini penting kerana kecerdasan intelek melengkapi kecerdasan emosi dan sosial. Jika tidak seimbang, kita akan mengalami stress, tiada tumpuan terhadap kerja dan merosakkan abiliti kerja kita. Kualiti kerja akan menurun.
    Saya berpendapat bahawa ketiga-tiga elemen ini harus ada pada diri kita ketika bekerja.

    Sekian

    ReplyDelete
  8. Stress adalah perasaan tertekan di karenakan gelombang otak yang naik turun terlalu cepat dalam kisaran beta atau lebih tinggi. Perasaan tertekan ini membuat orang mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Lingkungan bisa menjadi sumber stress bagi seseorang, tuntutan mencapai keinginan atau target tertentu dan konflik-konflik yang lainnya bisa menimbulkan stress.
    Meningkatnya tuntutan dan kebutuhan hidup akan sesuatu yang lebih baik, tentunya menyebabkan Anda untuk memenuhi kebutuhan yang Anda inginkan. Tapi pada kenyataannya sesuatu yang Anda inginkan tersebut kadangkala tidak dapat tercapai sehingga dapat menyebabkan Anda merasa bingung, khawatir, cemas, takut dan itu semua karena gelombang otak Anda terlalu tinggi dan itu bisa mengakibatkan stres.
    Stres yang terjadi pada setiap individu berbeda-beda, tergantung pada masalah yang dihadapi dan kemampuan menyelesaikan masalah tersebut. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik maka individu tersebut tidak akan merasa tertekan, justru bisa memiliki motivasi atau semangat yang lebih baik, sedangkan jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik dapat menyebabkan individu tersebut mudah marah-marah, frustasi, depresi hingga stres.
    Banyak teori dari berbagai sudut pandang mengenai stress. Dokter mengatakan stress adalah adanya sel-sel syaraf otak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya yang bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Psikolog mengatakan stress adalah awal dari berbagai gangguan mental. Kemudian saya mengatakan, stress terjadi karena otak kita memproduksi Gelombang Otak (Brainwave) yang terlalu tinggi, frekwensi high beta atau kadang sedikit lebih tinggi di atas beta. Selama otak kita dalam gelombang itu, jangan pernah berharap bisa santai, apalagi bisa mendapatkan solusi atau ide cemerlang untuk menyelesaikan persoalan. Karena kita tahu, kreativitas ada pada tataran gelombang alpha dan theta.

    ReplyDelete